Data Terbaru: Putus Sekolah di Kabupaten Cirebon Menurun, SMK Masih Tertinggi

Diskominfo Kabupaten Cirebon
Data lulusan jenjang pendidikan di Kabupaten Cirebon tahun 2024 dan 2025
0 Komentar

ARTIKELKITA, CIREBON – Angka putus sekolah di Kabupaten Cirebon menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data statistik terbaru yang dirilis oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon, terjadi penurunan di sejumlah jenjang pendidikan sepanjang periode 2024 hingga 2025.

Penurunan ini menjadi sinyal membaiknya akses dan keberlanjutan pendidikan di daerah tersebut.

Baca Juga:FORMASI Cirebon Desak Walikota Tuntaskan Kewajiban, Soroti Etika KepemimpinanPolemik Anggaran Rp55 Miliar, FORMASI Cirebon Desak DPRD Gelar RDP Terbuka

Meski demikian, sejumlah jenjang pendidikan masih menghadapi tantangan dalam menekan angka putus sekolah secara maksimal.

Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), angka putus sekolah pada tahun 2025 tercatat hampir menyentuh 0 persen.

Hal ini menunjukkan keberhasilan berbagai program pendidikan dasar dalam menjaga partisipasi siswa tetap tinggi.

Sementara itu, Madrasah Ibtidaiyah (MI) masih stagnan di angka 0,01 persen, tanpa perubahan dari tahun sebelumnya.

Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), terjadi penurunan dari 0,10 persen pada 2024 menjadi 0,07 persen di tahun 2025.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Madrasah Tsanawiyah (MTs), yang justru mengalami sedikit kenaikan dari 0,05 persen menjadi 0,06 persen.

Di jenjang pendidikan menengah atas, tren penurunan juga terlihat. Sekolah Menengah Atas (SMA) mencatat penurunan angka putus sekolah dari 0,10 persen pada 2024 menjadi 0,05 persen pada 2025.

Baca Juga:SMK Muhammadiyah Lemahabang Cetak Lulusan Siap Kerja dan BerakhlakDaftar Harga Ban Bridgestone Terlengkap 2026, dari New Techno hingga Ecopia

Madrasah Aliyah (MA) juga mengalami penurunan tipis dari 0,04 persen menjadi 0,03 persen.

Sementara itu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencatat penurunan paling signifikan.

Angka putus sekolah di jenjang ini turun dari 0,26 persen pada 2024 menjadi 0,14 persen di tahun 2025, meski masih menjadi yang tertinggi dibandingkan jenjang lainnya.

Diskominfo Kabupaten Cirebon dalam unggahan resminya pada 5 Mei 2026 menyampaikan bahwa penurunan ini merupakan perkembangan yang patut diapresiasi, meski upaya penanganan masih harus terus dilakukan.

“Angka putus sekolah masih menjadi tantangan bersama, namun tren penurunan menunjukkan arah yang semakin baik,” tulis Diskominfo.

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan. (***)

0 Komentar