ARTIKELKITA, CIREBON – Sebanyak 565 siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Lemahabang resmi dilepas melalui kegiatan pembagian Surat Keterangan Lulus (SKL) yang digelar Senin 4 Mei 2026.
Momen kelulusan ini mengangkat tema “Generasi Mandiri, Berakhlak Mulia & Inovatif” sebagai bekal utama para lulusan dalam menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
Para siswa yang dinyatakan lulus berasal dari tiga jurusan unggulan, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Baca Juga:Daftar Harga Ban Bridgestone Terlengkap 2026, dari New Techno hingga EcopiaBMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jabar Malam Ini, Cirebon dan Majalengka Waspada
Ketiga jurusan tersebut selama ini menjadi andalan sekolah dalam mencetak tenaga kerja siap pakai.
Kepala SMK Muhammadiyah Lemahabang, Mohamad Ruspandi SPdI mengatakan, lulusan SMK dituntut tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan karakter yang kuat.
“Lulusan harus siap kerja, siap melanjutkan pendidikan, serta tetap menjunjung tinggi akhlak. Itu yang menjadi kunci untuk bersaing di era global,” ujarnya.
Sebagai sekolah yang menyandang status SMK Pusat Keunggulan berbasis industri, kegiatan kelulusan ini juga dirangkaikan dengan seminar industri yang menghadirkan Yamaha.
Dalam seminar tersebut, siswa mendapatkan wawasan terkait perkembangan teknologi otomotif, peluang kerja di sektor industri, hingga peluang membuka usaha bengkel mandiri.
Tak hanya berfokus pada seremoni kelulusan, pihak sekolah juga menghadirkan berbagai layanan sosial yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan alumni.
Layanan tersebut meliputi servis sepeda motor gratis, pembuatan SKCK, pembuatan kartu kuning untuk pencari kerja, bazar makanan hasil karya siswa, hingga kegiatan donor darah.
Baca Juga:Update Harga Suzuki NEX II 2026, Desain Baru Lebih Elegan dan Irit BBMSengketa Honor Advokat Pilkada Kota Cirebon, Posbakum FORMASI Cirebon Akan Surati Gubernur Jabar
Menurut Ruspandi, kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan di sekolah.
Siswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga dilatih untuk terjun langsung memberikan layanan kepada masyarakat.
“Ini bagian dari pembelajaran nyata. Siswa bisa langsung mengaplikasikan keterampilan yang dimiliki sekaligus berkontribusi untuk masyarakat,” jelasnya.
Data sekolah menunjukkan, sekitar 45 persen lulusan telah terserap ke dunia kerja bahkan sebelum pembagian SKL dilaksanakan.
Sementara itu, sebagian lainnya memilih melanjutkan pendidikan, membuka usaha mandiri, maupun mengikuti program magang ke luar negeri.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian SKL oleh wali kelas masing-masing.
