Gempa 4,2 M Guncang Pangandaran Pagi Ini, Getaran Terasa hingga Tasikmalaya

BMKG
Gempa bumi guncang selatan Pangandaran, Selasa 5 Mei 2026 pagi tadi.
0 Komentar

ARTIKELKITA, PANGANDARAN – Wilayah Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa 5 Mei 2026 sekitar pukul 05.14 WIB.

Guncangan ini sempat dirasakan warga di sejumlah daerah di Jawa Barat, meski tidak menimbulkan kerusakan.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 4,2.

Episenter gempa berada di laut, sekitar 81 kilometer barat daya Pangandaran, dengan koordinat 8,1 Lintang Selatan dan 107,87 Bujur Timur serta kedalaman 21 kilometer.

Baca Juga:Polemik Anggaran Rp55 Miliar, FORMASI Cirebon Desak DPRD Gelar RDP TerbukaSMK Muhammadiyah Lemahabang Cetak Lulusan Siap Kerja dan Berakhlak

BMKG menjelaskan, gempa ini termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas tektonik di bawah laut.

Karakteristik tersebut membuat getaran cukup terasa di permukaan, terutama di wilayah pesisir.

Sejumlah warga di beberapa daerah melaporkan merasakan getaran dengan intensitas berbeda.

Di wilayah Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kecamatan Langkaplancar dan Pangandaran, getaran dirasakan pada skala III MMI.

Artinya, getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat melintas.

Sementara itu, getaran dengan skala II hingga III MMI juga dirasakan di wilayah Kota Tasikmalaya, termasuk Kecamatan Puspahiang, serta di Kota Banjar dan Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis.

Meski sempat menimbulkan kepanikan ringan, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Baca Juga:Daftar Harga Ban Bridgestone Terlengkap 2026, dari New Techno hingga EcopiaBMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jabar Malam Ini, Cirebon dan Majalengka Waspada

BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 05.37 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.

Namun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa lanjutan, meskipun peluangnya kecil.

Pihak BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya.

Informasi resmi terkait gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG, baik melalui media sosial, situs web, maupun aplikasi resmi.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menegaskan pentingnya literasi informasi kebencanaan agar masyarakat tidak panik berlebihan saat terjadi gempa.

“Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya.

Gempa yang terjadi pagi hari ini menjadi pengingat bahwa wilayah selatan Jawa Barat merupakan kawasan rawan aktivitas tektonik.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana alam. (***)

0 Komentar