Swasembada Pangan Makin Dekat, Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertanian dengan BRICS

BRICS
BRICS memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui percepatan transformasi sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
0 Komentar

Peluang Besar untuk Teknologi dan Inovasi Pertanian

Salah satu manfaat besar yang dapat diperoleh Indonesia dari kerja sama BRICS adalah akses yang lebih luas terhadap riset, inovasi, dan transfer teknologi pertanian.

Melalui BRICS Agricultural Research Platform (BARP), Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi pertanian dengan negara-negara anggota lainnya.

Selain itu, Indonesia juga dapat memperluas kolaborasi melalui BRICS AGRIN yang fokus pada pengembangan benih unggul, sumber daya genetik tanaman, pupuk, hingga sarana produksi pertanian lainnya.

Baca Juga:FORMASI Laporkan Dugaan Korupsi Dana BOS Rp6,9 Miliar di Cirebon ke Kejati JabarTak Perlu Ribet, Sarapan Sehat Ini Bisa Bantu Diet dan Jaga Pencernaan

Kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Tidak hanya itu, Deklarasi BRICS juga membuka peluang pengembangan teknologi pertanian digital yang saat ini menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan efisiensi produksi.

Beberapa teknologi yang berpotensi dikembangkan antara lain pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sistem pemantauan pertanian berbasis satelit, serta layanan penyuluhan digital yang dapat membantu petani memperoleh informasi secara cepat dan akurat.

Pemanfaatan teknologi modern diyakini mampu meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, serta mempercepat proses pengambilan keputusan di tingkat petani.

Dukung Peternakan, Perikanan, dan Hilirisasi Pertanian

Selain sektor tanaman pangan, kerja sama BRICS juga membuka peluang pengembangan teknologi peternakan, kesehatan hewan, pakan ternak, perikanan, dan akuakultur.

Indonesia juga berpeluang memperkuat kapasitas pascapanen, penyimpanan hasil pertanian, sistem rantai dingin (cold chain), hingga pengurangan kehilangan pangan yang selama ini masih menjadi tantangan dalam distribusi hasil pertanian.

Penguatan sektor pascapanen dinilai penting karena dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus mendongkrak pendapatan petani.

Baca Juga:Fakta Baru Dana BOS Rp5,1 Miliar di Cirebon Terungkap, Kepala Sekolah Kembalikan Uang dari Dana PribadiBMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Jabar, Hujan Petir Berpotensi Meluas Hingga Sore

Di bidang perdagangan, negara-negara BRICS juga sepakat memperkuat kerja sama terkait keamanan pangan, standar sanitari dan fitosanitari (SPS), serta sertifikasi digital.

Langkah tersebut berpotensi meningkatkan akses pasar ekspor bagi produk pertanian Indonesia sekaligus memperkuat daya saing komoditas nasional di pasar global.

Peluang Investasi melalui New Development Bank

Deklarasi BRICS juga membuka peluang pemanfaatan berbagai skema pembiayaan pembangunan, termasuk melalui New Development Bank (NDB).

0 Komentar