Hoaks dan Ujaran Kebencian Meningkat, Menkomdigi Minta Anak Muda Ambil Peran

Komdigi
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak generasi muda Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.
0 Komentar

ARTIKELKITA, MEDAN – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak generasi muda Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.

Di tengah meningkatnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga berbagai bentuk kejahatan siber, anak muda dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan di era digital.

Ajakan tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri kegiatan “Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital” di Medan, Sumatera Utara, Sabtu 13 Juni 2026.

Baca Juga:FORMASI Laporkan Dugaan Korupsi Dana BOS Rp6,9 Miliar di Cirebon ke Kejati JabarTak Perlu Ribet, Sarapan Sehat Ini Bisa Bantu Diet dan Jaga Pencernaan

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi pelopor penggunaan internet yang bijak sekaligus menjadi duta internet sehat di lingkungan masing-masing.

“Adik-adik semua harus menjadi duta-duta internet yang lebih baik dan lebih sehat. Ini bukan pilihan, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Meutya dalam keterangan resminya yang diterima, Minggu 14 Juni 2026.

Menurut Meutya, perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diwaspadai bersama.

Saat ini, ruang digital kerap dipenuhi berbagai konten negatif, mulai dari informasi palsu, fitnah, ujaran kebencian, hingga narasi provokatif yang dapat memecah belah masyarakat.

Kondisi tersebut semakin diperparah oleh algoritma sejumlah platform digital yang cenderung mendorong konten kontroversial karena dianggap mampu meningkatkan interaksi pengguna.

Internet Bisa Jadi Manfaat, Bisa Juga Menjadi Ancaman

Meutya mengingatkan bahwa internet ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan secara bijak, teknologi digital dapat menjadi sarana pembelajaran, komunikasi, hingga pengembangan ekonomi. Namun jika disalahgunakan, internet dapat menjadi ancaman yang merugikan masyarakat.

Baca Juga:Fakta Baru Dana BOS Rp5,1 Miliar di Cirebon Terungkap, Kepala Sekolah Kembalikan Uang dari Dana PribadiBMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Jabar, Hujan Petir Berpotensi Meluas Hingga Sore

“Internet itu pisau bermata dua. Sangat bermanfaat, tetapi juga sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah atau digunakan tanpa etika,” katanya.

Karena itu, ia menilai peningkatan literasi digital menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Generasi muda, lanjutnya, harus mampu memilah informasi yang diterima, menghindari penyebaran berita yang belum terverifikasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai konten yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.

0 Komentar