Hoaks dan Ujaran Kebencian Meningkat, Menkomdigi Minta Anak Muda Ambil Peran

Komdigi
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak generasi muda Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.
0 Komentar

Anak Muda Diminta Aktif di Komunitas dan Organisasi

Selain menyoroti ancaman kejahatan digital, Menkomdigi juga mengingatkan dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan.

Menurutnya, ketergantungan terhadap media sosial dapat membuat generasi muda semakin jarang berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar.

Padahal, keterlibatan dalam organisasi maupun komunitas nyata memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Baca Juga:FORMASI Laporkan Dugaan Korupsi Dana BOS Rp6,9 Miliar di Cirebon ke Kejati JabarTak Perlu Ribet, Sarapan Sehat Ini Bisa Bantu Diet dan Jaga Pencernaan

Meutya menilai aktivitas organisasi menjadi sarana efektif bagi generasi muda untuk belajar bekerja sama, berdiskusi, dan menyelesaikan berbagai persoalan secara kolektif.

Oleh karena itu, ia mendorong anak muda untuk tidak hanya aktif di dunia maya, tetapi juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan komunitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Peran Generasi Muda Jadi Kunci

Pemerintah, menurut Meutya, tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan ruang digital yang aman.

Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi pengguna internet terbesar di Indonesia.

Dengan pemahaman digital yang baik, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam melawan hoaks, mencegah penyebaran ujaran kebencian, serta menciptakan budaya digital yang lebih positif.

Melalui gerakan bersama tersebut, ruang digital Indonesia diharapkan menjadi lebih sehat, aman, dan mampu mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas, kritis, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi. (***)

0 Komentar