Pemprov Jabar kini tengah menyiapkan langkah penanganan, termasuk pemberian kompensasi kepada pemilik rumah.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pemilik. Nantinya akan diberikan santunan, dan aset tersebut akan menjadi milik pemerintah daerah melalui dinas terkait,” terang Herman.
Ia menambahkan, pengecekan dilakukan secara menyeluruh di sejumlah titik rawan, khususnya lokasi pembangunan tembok penahan tebing.
Baca Juga:FORMASI Cirebon Desak Walikota Tuntaskan Kewajiban, Soroti Etika KepemimpinanPolemik Anggaran Rp55 Miliar, FORMASI Cirebon Desak DPRD Gelar RDP Terbuka
Langkah ini bertujuan memastikan kualitas proyek sekaligus meminimalisir potensi risiko bencana di masa mendatang.
Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari rangkaian kirab budaya yang dimulai dari Kabupaten Sumedang menuju sejumlah daerah di Jabar.
Selain mengusung nilai budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana efektif bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan langsung terhadap pembangunan di daerah.
Sebagai informasi, karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda bertajuk “Nyuhun Buhun, Nata Nagara” telah dimulai sejak Sabtu 2 Mei 2026.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Tatar Sunda yang jatuh setiap 18 Mei.
Dalam kirab tersebut, turut diarak simbol budaya berupa Mahkota Binokasih yang melintasi sembilan kabupaten/kota, mulai dari Sumedang hingga Cirebon.
Perjalanan budaya ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga memperkuat komitmen pemerintah dalam menjaga pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. (***)
