Fenomena Langit Mei 2026: Blue Moon hingga Hujan Meteor Eta Aquarid, Ini Jadwal Lengkapnya

Tom Fisk (pexels)
Fenomena langit pada malam hari sepanjang bulan Mei 2026.
0 Komentar

ARTIKELKITA, CIREBON – Langit malam sepanjang Mei 2026 dipastikan menghadirkan berbagai fenomena astronomi menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Mulai dari kemunculan dua kali Bulan Purnama, hujan meteor, hingga deretan peristiwa langit yang melibatkan planet-planet terang, semuanya bisa diamati dari Bumi dengan kondisi cuaca yang mendukung.

Bulan Mei dibuka dengan fase Bulan Purnama pada 2 Mei, lalu ditutup dengan purnama kedua pada 31 Mei.

Baca Juga:Jepang Kembali Impor Minyak Rusia, Ini Alasan di Balik Keputusan Taiyo OilPekan Imunisasi Dunia 2026: Kemenkes Kejar Anak Zero-Dose

Fenomena dua kali purnama dalam satu bulan kalender ini dikenal sebagai Blue Moon, sebuah peristiwa yang tidak terjadi setiap bulan dan cukup dinantikan para pengamat langit.

Di sisi lain, fase Bulan Baru yang jatuh pada 17 Mei menjadi momen terbaik untuk berburu objek langit redup seperti Bima Sakti.

Minimnya cahaya Bulan membuat langit lebih gelap sehingga gugusan bintang dan struktur galaksi dapat terlihat lebih jelas, terutama di lokasi dengan tingkat polusi cahaya rendah.

Pergerakan planet juga menambah daya tarik langit Mei.

Merkurius hanya bisa diamati di awal bulan saat fajar di ufuk timur sebelum akhirnya menghilang akibat konjungsi superior dengan Matahari.

Namun, menjelang akhir bulan, planet ini kembali muncul di langit barat setelah Matahari terbenam.

Sementara itu, Venus dan Jupiter tampil mencolok di langit senja. Venus terlihat hingga sekitar satu jam setelah Matahari terbenam, sedangkan Jupiter masih dapat diamati hingga sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Kedua planet ini juga akan tampak berdekatan dengan Bulan pada pertengahan Mei, menciptakan pemandangan langit yang indah.

Baca Juga:Daftar Lengkap Mutasi Polres Kuningan 2026, Wakapolres hingga Kapolsek BergantiPublik Menunggu, FORMASI Desak DPRD Kabupaten Cirebon Buka Fakta Anggaran Rp55 Miliar

Di langit fajar, Mars dan Saturnus menjadi objek utama. Keduanya tampak semakin tinggi dari hari ke hari dan dapat diamati sebelum Matahari terbit.

Mars bergerak dari rasi Pisces menuju Aries, sedangkan Saturnus bertahan di rasi Cetus sepanjang bulan.

Untuk pengamatan yang lebih menantang, Uranus dan Neptunus juga bisa dilihat dengan bantuan teleskop.

Uranus muncul sesaat setelah Matahari terbenam di awal bulan, sedangkan Neptunus dapat ditemukan sebelum fajar di rasi Pisces.

Puncak fenomena langit terjadi pada 5–6 Mei melalui hujan meteor Eta Aquarid.

0 Komentar