Hujan meteor ini berasal dari sisa debu komet Halley dan mampu menghasilkan sekitar 10 hingga 30 meteor per jam dalam kondisi langit yang cerah.
Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar.
Tak hanya itu, sejumlah peristiwa konjungsi juga akan menghiasi langit Mei.
Baca Juga:Jepang Kembali Impor Minyak Rusia, Ini Alasan di Balik Keputusan Taiyo OilPekan Imunisasi Dunia 2026: Kemenkes Kejar Anak Zero-Dose
Bulan akan berpapasan dengan bintang terang Antares pada 3–4 Mei dan kembali terjadi pada 31 Mei.
Selain itu, konjungsi dengan Saturnus terjadi pada 14 Mei, Mars pada 15 Mei, Venus pada 19 Mei, Jupiter pada 20 Mei, serta Regulus pada 23 Mei.
Memasuki minggu ketiga Mei, kondisi langit menjadi semakin ideal untuk pengamatan, terutama saat fase Bulan Baru.
Pada periode ini, pengamatan Bima Sakti dan gugusan bintang menjadi lebih optimal karena langit berada dalam kondisi paling gelap.
Berbagai bintang terang seperti Sirius, Canopus, Arcturus, hingga Antares juga dapat dijadikan panduan dalam menjelajahi langit malam.
Kehadiran rasi bintang seperti Scorpius, Leo, dan Crux semakin memudahkan pengamat, baik pemula maupun yang berpengalaman.
Menariknya, sepanjang 8 hingga 17 Mei juga berlangsung kampanye global Globe at Night.
Baca Juga:Daftar Lengkap Mutasi Polres Kuningan 2026, Wakapolres hingga Kapolsek BergantiPublik Menunggu, FORMASI Desak DPRD Kabupaten Cirebon Buka Fakta Anggaran Rp55 Miliar
Program ini mengajak masyarakat untuk mengamati jumlah bintang yang terlihat dari lokasi masing-masing sebagai bentuk edukasi tentang dampak polusi cahaya terhadap langit malam.
Dengan rangkaian fenomena tersebut, Mei 2026 menjadi salah satu periode terbaik untuk menikmati keindahan langit.
Pastikan memilih lokasi yang minim cahaya dan cuaca cerah agar pengalaman mengamati langit semakin maksimal. (***)
