ARTIKELKITA, CIREBON – Arus investasi di Kawasan Rebana terus menunjukkan tren positif pada awal 2026.
Sepanjang Triwulan I, nilai investasi yang masuk mencapai Rp6,49 triliun, berdasarkan data resmi dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Dari total tersebut, Kabupaten Cirebon menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp1,449 triliun.
Baca Juga:Buruh, Pemkot, dan Polisi Kompak di May Day Cirebon 2026Waspada! Hujan Lebat Disertai Petir Meluas di Jawa Barat Hingga Malam
Angka ini menempatkan Cirebon sebagai motor utama pertumbuhan investasi di kawasan tersebut.
Di posisi kedua, Kabupaten Subang mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,387 triliun.
Sementara itu, kontribusi dari Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu relatif berimbang, masing-masing berada di kisaran Rp996 miliar dan Rp993 miliar.
Tak jauh di bawahnya, Kabupaten Sumedang membukukan investasi sebesar Rp902 miliar.
Adapun Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon mencatat nilai lebih rendah, masing-masing Rp506 miliar dan Rp262 miliar.
Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmy Yahya, menilai capaian ini mencerminkan stabilitas dan daya tarik kawasan sebagai tujuan investasi.
Menurutnya, konsistensi arus modal yang masuk tidak lepas dari berbagai upaya penguatan infrastruktur dan pengembangan kawasan industri yang terus dilakukan.
Baca Juga:Honor Tim Advokat Pilkada Belum Dibayar, 9 Pengacara Bakal Gugat Walikota dan Wakil Walikota CirebonFenomena Langit Mei 2026: Blue Moon hingga Hujan Meteor Eta Aquarid, Ini Jadwal Lengkapnya
Ia menjelaskan, sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan turut mendorong minat investor untuk menanamkan modal di wilayah Rebana.
Hal ini sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Secara umum, distribusi investasi di Kawasan Rebana menunjukkan pola yang beragam.
Kabupaten Cirebon dan Subang menjadi wilayah dengan dominasi investasi tinggi, masing-masing menembus angka di atas Rp1 triliun.
Sementara Majalengka dan Indramayu berada di level menengah dengan nilai yang hampir seimbang.
Di sisi lain, Sumedang, Kuningan, dan Kota Cirebon menunjukkan kontribusi yang lebih kecil.
Meski demikian, perbedaan ini dinilai wajar karena setiap daerah memiliki karakteristik dan sektor unggulan yang berbeda.
Helmy menambahkan, kekuatan utama Kawasan Rebana justru terletak pada keberagaman sektor yang dikembangkan.
Mulai dari industri manufaktur, logistik, hingga pariwisata, seluruhnya berkontribusi dalam membentuk ekosistem investasi yang dinamis.
Ke depan, pihaknya menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
