Pendaftar juga tidak sedang atau pernah menempuh pendidikan sarjana sebelumnya.
Selain itu, calon peserta diwajibkan terdaftar dalam sistem Education Management Information System (EMIS) milik Kementerian Agama.
Dokumen yang harus dilampirkan mencakup rekomendasi dari pesantren asal, dokumen akademik, surat kesehatan, personal statement, hingga rencana kontribusi setelah menyelesaikan studi.
Kemampuan Bahasa Arab juga menjadi salah satu syarat penting dalam program ini.
Baca Juga:Dishub Kabupaten Cirebon Soroti Parkir Desa dan Minimarket untuk Tambah Pendapatan DaerahDari IoT hingga AI, Fakultas Teknik UNMA Buktikan Kualitas di Level Nasional
Peserta wajib melampirkan sertifikat kemampuan Bahasa Arab dengan skor minimal TOAFL 500 sebagai bukti kesiapan akademik.
Kehadiran program akselerasi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dinilai menjadi peluang besar bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan jalur lebih cepat dan efisien.
Selain sebagai alternatif bagi peserta yang masih menunggu hasil UTBK-SNBT 2026, program ini juga membuka kesempatan bagi generasi pesantren untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing global.
Informasi lengkap terkait program Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dapat diakses melalui portal resmi Beasiswa di http://beasiswa.kemenag.go.id.
Sementara pendaftaran dilakukan melalui platform beasiswa LPDP terintegrasi di http://www.beasiswalpdp-terintegrasi.kemekeu.go.id. (***)
