Spektakuler! Kirab Sancang Lugay dan Mahkota Binokasih Ramaikan Garut

Biro Adpim Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menaiki kuda putih saat memimpin Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dalam rangka Milangkala Tatar Sunda singgah di Kabupaten Garut, Selasa malam 5 Mei 2026.
0 Komentar

Berbagai atraksi seni tradisional ditampilkan dalam panggung budaya tersebut.

Mulai dari seni tari, musik tradisional, hingga pertunjukan ketangkasan khas Sunda sukses menghibur masyarakat yang hadir.

Salah satu pertunjukan yang menarik perhatian datang dari perwakilan Kabupaten Bandung Barat.

Atraksi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Dedi Mulyadi.

Menurutnya, kemampuan dalam pertunjukan seni bukanlah sesuatu yang bersifat mistis, melainkan hasil latihan dan teknik yang dipelajari secara rutin.

Baca Juga:Dishub Kabupaten Cirebon Soroti Parkir Desa dan Minimarket untuk Tambah Pendapatan DaerahDari IoT hingga AI, Fakultas Teknik UNMA Buktikan Kualitas di Level Nasional

“Tidak ada magic dalam pagelaran seni. Tidak sakit dicambuk bukan karena magic, tetapi karena latihan dan teknik yang dipelajari.”

“Semua bisa melakukan asal rutin latihan,” ujar Dedi Mulyadi di hadapan masyarakat.

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran sendiri menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Sunda sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Jawa Barat.

Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan tersebut juga bertujuan mengenalkan kembali sejarah dan warisan budaya Padjadjaran kepada generasi muda.

Antusiasme masyarakat Garut yang begitu tinggi menunjukkan bahwa tradisi budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Setelah singgah di Kabupaten Garut, Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Cianjur pada Rabu malam 6 Mei 2026. (***)

0 Komentar