Ia menekankan pentingnya peran kader sebagai sistem peringatan dini di masyarakat.
Sementara itu, Linda dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Cirebon menjelaskan alur layanan terpadu, penanganan kasus, hingga pentingnya jejaring rujukan cepat untuk korban.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi kasus dan simulasi pendampingan korban. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung dalam menangani kasus kekerasan.
Baca Juga:UPDATE Cuaca Jabar Malam Ini: Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang Ancam Sejumlah WilayahPolres Cirebon Kota Hadirkan Layanan Cuci Motor Gratis untuk Ojol, Ini Tujuannya
Sebagai tindak lanjut, PC Fatayat NU Kota Cirebon juga meluncurkan layanan pengaduan “Fatayat Care”.
Hotline ini akan menjadi sarana komunikasi, edukasi, advokasi, serta pendampingan bagi korban kekerasan perempuan dan anak.
Momentum Harlah ke-76 ini menjadi penegasan bahwa Fatayat NU tidak hanya merayakan usia organisasi, tetapi juga memperkuat komitmen dalam pengabdian kemanusiaan.
Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan melindungi perempuan serta anak dari segala bentuk kekerasan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kota Cirebon. (***)
