ARTIKELKITA, BANDUNG – Peringatan dini cuaca kembali dikeluarkan oleh BMKG untuk wilayah Jawa Barat, Sabtu 2 Mei 2026 petang.
Hingga pukul 18.37 WIB, sejumlah daerah diprediksi masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Dalam pembaruan informasi tersebut, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 18.50 WIB dan berlanjut hingga pukul 21.00 WIB.
Baca Juga:Polres Cirebon Kota Hadirkan Layanan Cuci Motor Gratis untuk Ojol, Ini TujuannyaPeringatan Hardiknas 2026, Pemkot Cirebon Soroti Pentingnya Pendidikan Berkarakter
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas di luar ruangan.
Sejumlah wilayah yang masuk dalam potensi hujan lebat di antaranya Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka, Sumedang, Purwakarta, hingga Bandung Barat.
Beberapa kecamatan seperti Cikidang, Cianjur, Pacet, Garut Kota, hingga Lemahsugih dan Talaga diperkirakan terdampak langsung dalam periode awal peringatan.
Tak hanya itu, cuaca ekstrem juga berpotensi meluas ke berbagai wilayah lain di Jawa Barat.
Daerah yang diprediksi terdampak meliputi Kabupaten Kuningan, Cirebon, Subang, Pangandaran, hingga sejumlah kota seperti Cirebon, Cimahi, Tasikmalaya, dan Banjar.
Wilayah perairan seperti Waduk Cirata juga masuk dalam zona waspada. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko tambahan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan atau area terbuka.
BMKG mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir dapat berdampak pada keselamatan.
Baca Juga:Berapa Kali Jogging dalam Seminggu? Ini Panduan Lengkap Sesuai LevelResmikan Sekretariat, KNPI Kota Cirebon Tegaskan Komitmen Bangun SDM Unggul
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan yang rawan roboh saat cuaca buruk terjadi.
Selain itu, pengguna jalan diminta lebih berhati-hati karena potensi jalan licin dan jarak pandang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Warga juga disarankan untuk memastikan saluran air di lingkungan sekitar tetap lancar guna meminimalisir risiko banjir.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, seperti daerah perbukitan atau bantaran sungai, diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor dan luapan air.
Peringatan dini ini menjadi pengingat penting bahwa perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat.
Dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, diharapkan masyarakat dapat meminimalisir risiko yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.
