ARTIKELKITA.COM, CIREBON – Wacana pemekaran Cirebon Timur sampai hari ini masih terus bergulir dan belum menemukan titik temu.
Salah satu warga Kabupaten Cirebon asal Kecamatan Losari menanyakan tentang urgensi pemekaran Cirebon Timur.
Menurutnya pemekaran Cirebon Timur tidak menjawab tantangan masalah yang ada saat ini.
Baca Juga:Masyarakat Cirebon Pertanyakan Sikap KPK yang Belum Menahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi CSR BI dan OJKSambut Peluncuran Koperasi Merah Putih, Pemkot Cirebon Dukung Ekonomi Kerakyatan
“Padahal seharusnya kita dorong Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk lebih memprioritaskan pembangunan wilayah di bagiian Timur.”
“Kita lihat saja, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Cirebon wilayah masih banyak yang rusak,” ujar Alif salah satu warga Losari, Minggu 24 Agustus 2025.
Menurut Alif apakah dengan adanya pemekaran Cirebon Timur itu menjadi solusi yang ideal?
Sedangkan masalah yang ada di Cirebon Timur seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur masih buruk.
“Jangan sampai isu Pemekaran Cirebon Timur hanya sebatas euforia yang tidak ada subtansinya. Khawatir isu itu ditumpangi oleh tokoh-tokoh politik Cirebon Timur,” sambung Alif.
Alif juga menyoroti tentang polemik isu pemekaran Cirebon Timur bukan itu yang masyarakat kehendaki.
Melainkan bersatunya masyarakat Cirebon Timur untuk menuntut kesetaraan pembangun yang ada di Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:Tandantangani Komitmen Bersama, Pemkab Sumedang dan TNI Siap BersinergiHerman Khaeron Apresiasi Kinerja Perangkat Desa yang Menjadi Garda Terdepan Melani Warga
“Coba, elit politik pernah bertanya atau melakukan audiensi kepada masyarakat lapisan bawah tidak? Saya rasa tidak. Yang masyarakat butuhkankan hari ini adalah kebijakan yang populis.”
“Contoh kecil saja pelayanan administrasi disana masih banyak adanya pungli. Mau masuk kerja ke pabrik ada pungli sampai bikin surat kuning aja ada pungli,” terang Alif.
Sehingga menurut Alif bahwa pemekaran Cirebon Timur tidak menjadi urgensi kebutuhan masyarakat. (Banyu PA)