Viral karena Tuduhan Spons, Akhirnya Polri Datang Beri Motor dan Modal Usaha

@@DivHumas_Polri
Sudrajat mendapat bantuan dari Polri.
0 Komentar

ARTIKELKITA.COM – Sudrajat, penjual es gabus yang sempat viral di media sosial akibat tuduhan tidak benar terkait penggunaan bahan spons dalam dagangannya, kini mendapat perhatian dan bantuan langsung dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Ia menerima sepeda motor dan bantuan modal usaha sebagai bentuk dukungan moral dan pemulihan kepercayaan publik.

Pemberian bantuan tersebut dilakukan pada Selasa 27 Januari 2026, di kediaman Sudrajat.

Bantuan diserahkan oleh Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras SIK didampingi Kapolsek Bojonggede AKP Abdul Syafiih.

Baca Juga:Pasar Selasaan Losari Cirebon Tetap Eksis Ditengah Gempuran Online ShopDudi Suryadarma Buktikan Cirebon Punya Kelas, Karyanya Menang di Film Pendek Terfavorit TVRI Jabar 2025

Informasi ini disampaikan melalui unggahan akun resmi X (Twitter) @DivHumas_Polri.

Dalam unggahan tersebut terlihat Kapolres Metro Depok menyerahkan langsung satu unit sepeda motor kepada Sudrajat.

Tak hanya itu, Polri juga memberikan bantuan uang tunai yang ditujukan sebagai modal usaha, agar Sudrajat dapat kembali berjualan dan melanjutkan mata pencahariannya.

“Ini pak, ada sedikit modal untuk usaha bapak,” ujar Kombes Pol Abdul Waras kepada Sudrajat, sebagaimana dikutip dalam unggahan Divisi Humas Polri.

Momen haru pun tak terhindarkan. Istri Sudrajat yang turut mendampingi suaminya saat menerima bantuan tampak terharu dan bahagia.

Dengan suara bergetar, ia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Ya Allah, makasih pak,” ucap istri Sudrajat.

Sebelumnya, Sudrajat sempat menjadi sorotan publik setelah viralnya sebuah video yang menuding dirinya menggunakan bahan spons untuk membuat es gabus yang dijualnya.

Baca Juga:Jawa Barat Genjot Revolusi Transportasi Rel: Dari Jaka Lalana hingga Kereta Kilat PajajaranLangkah Berani XTC Kabupaten Cirebon: Usulkan Pansus Pengawasan Hiburan Malam

Tuduhan tersebut bahkan disebut melibatkan oknum anggota TNI dan Polri, sehingga memicu reaksi luas dari masyarakat di media sosial.

Namun setelah ditelusuri, tuduhan tersebut tidak terbukti kebenarannya.

Melalui unggahan resminya, Polri juga menyampaikan pesan dukungan dan empati kepada Sudrajat.

Institusi kepolisian menegaskan bahwa mereka hadir untuk melindungi dan mengayomi masyarakat kecil yang menjadi korban kesalahpahaman maupun stigma negatif.

Langkah Polri ini menuai apresiasi dari warganet. Banyak pihak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk humanisme aparat penegak hukum sekaligus upaya mengembalikan keadilan sosial bagi masyarakat kecil yang terdampak viralitas negatif di media sosial.

0 Komentar