Kholil dan Perjalanan yang Belum Terselesaikan
Kini, setiap kali membuka lowongan pekerjaan dan membaca syarat “Bisa mengemudi mobil”, hati Kholil terasa seperti diremas. Ia ingin kembali mencoba. Namun ketakutan itu masih melekat.
“Kadang pengen nyoba lagi… tapi begitu ingat kejadian itu, langsung ciut,” katanya.
Meski begitu, beberapa temannya terus mendorongnya untuk kembali belajar dengan instruktur profesional.
Baca Juga:Jawa Barat Genjot Revolusi Transportasi Rel: Dari Jaka Lalana hingga Kereta Kilat PajajaranLangkah Berani XTC Kabupaten Cirebon: Usulkan Pansus Pengawasan Hiburan Malam
Mereka percaya bahwa trauma bisa pulih, asal ada pendamping yang sabar dan memahami ketakutannya.
Lagipula, tidak semua pengalaman buruk harus diulang. Tidak berarti setiap mengemudi akan berakhir dengan lecet atau ganti rugi. Tidak selamanya jalan raya akan sekejam hari itu.
Kholil pun perlahan mulai membuka hati, meski belum berani mengambil langkah pertama.
“Ya mungkin suatu hari nanti saya coba lagi… tapi tidak sekarang,” ujarnya menutup pembicaraan. (***)
