Ketika Kholil melintas di kawasan Pasar Kalitanjung tempat yang terkenal ramai, padat, dan penuh kendaraan yang saling berebut ruang jalan ia memutuskan untuk putar balik.
Mobil perlahan melambat, ia menengok kanan-kiri, memastikan kondisi lalu lintas aman.
“Mobil sudah melintang di tengah jalan. Motor-motor di belakang juga sudah berhenti nunggu saya putar balik,” kenangnya.
Baca Juga:Jawa Barat Genjot Revolusi Transportasi Rel: Dari Jaka Lalana hingga Kereta Kilat PajajaranLangkah Berani XTC Kabupaten Cirebon: Usulkan Pansus Pengawasan Hiburan Malam
Bagi driver pemula, kondisi seperti itu adalah ujian mental besar. Banyak yang panik saat semua mata seolah tertuju pada mobil yang sedang putar balik. Tapi Kholil tetap berusaha tenang.
Hingga tiba-tiba sebuah motor ojek online muncul dari sisi depan mobil. Pengemudinya tampak terburu-buru, memaksa menerobos celah yang sebenarnya sudah tertutup oleh posisi mobil Kholil yang sedang berputar.
Dalam hitungan detik dan tanpa sempat menghindar bagian depan mobil terserempet motor itu.
Goresan kecil. Lecet. Suara gesekan. Namun untuk Kholil, itu seperti dentuman besar yang memukul keberaniannya.
Ketika Mereka Pergi, Sementara Kamu Tinggal Bersama Rasa Bersalah
Yang membuat Kholil semakin terpukul bukanlah kerusakan mobil, melainkan respon pengendara ojol tersebut.
Pengemudi ojek online itu hanya berhenti sebentar, menoleh pada Kholil, mengucapkan “Maaf ya, Kang,” lalu langsung tancap gas dan menghilang dalam keramaian pasar. Kholil terpaku di balik kemudi.
Ia keluar dari mobil dan memeriksa bumper yang terserempet. Memang lecetnya tidak besar—hanya beberapa gores tipis.
Baca Juga:Festival Jamblang 2025: Cara Hidupkan Kembali Tradisi Cirebon dan Magnet Wisata BaruBBM dan LPG Dipastikan Aman Saat Nataru: Begini Kesiapan Pertamina Patra Niaga Sambut Libur Panjang
Tetapi rasa bersalahnya menumpuk. Dalam pikirannya ia terus menyalahkan diri sendiri, meski situasinya sebenarnya bukan sepenuhnya salah dia.
“Waktu itu saya cuma bisa diem. Mau ngejar juga percuma. Saya lihat bemper lecet, rasanya langsung drop,” ceritanya.
Untuk orang lain, mungkin itu hanya insiden ringan yang bisa terjadi kapan saja.
Tetapi bagi pemula yang baru menapaki keberanian belajar mobil, kejadian kecil seperti itu bisa menjadi ketakutan besar.
Dan rasa takut itu semakin menjadi ketika ia kembali ke tempat rental.
Tagihan Rp 400 Ribu untuk Lecet yang “Hampir Tidak Terlihat”
