Dan ketika uang itu habis, baru ia sadar bahwa doa bukan strategi bisnis, dan nekat bukan modal usaha.
Janji Tak Tertutup Waktu: Tagihan Menyapa, Saldo Menangis
Setelah modal habis, Riko menghadapi kenyataan yang jauh lebih pahit daripada kekalahan di slot, tagihan lembaga keuangan.
Setiap bulan ada cicilan. Tidak ada toleransi. Tidak ada tombol “spin lagi”. Tidak ada fitur “buy free spin” untuk mengembalikan uang 100 juta.
Baca Juga:Jawa Barat Genjot Revolusi Transportasi Rel: Dari Jaka Lalana hingga Kereta Kilat PajajaranLangkah Berani XTC Kabupaten Cirebon: Usulkan Pansus Pengawasan Hiburan Malam
Masalahnya, ia tidak punya pekerjaan. Tidak punya penghasilan. Tidak punya simpanan. Yang ia punya hanyalah rasa takut dan rasa bingung.
Sertifikat rumah yang ia gadaikan mulai menimbulkan tanda bahaya. Dan seperti bom waktu, rahasia itu akhirnya meledak.
Rahasia Terungkap, Rumah Berguncang oleh Amarah
Saat pihak lembaga keuangan mulai menghubungi rumah, barulah orangtua dan kakaknya sadar bahwa sertifikat rumah sudah digadaikan. Dan nama yang tercantum sebagai peminjam adalah… Riko.
Terjadi pertengkaran hebat. Orangtua yang selama ini membesarkannya dengan penuh kasih merasa dikhianati. Kakaknya merasa ditusuk dari belakang.
Adiknya hanya bisa bingung, tidak percaya bahwa sang kakak yang selama ini dianggap “diam tapi baik” ternyata diam-diam bisa “baik sekali” menggadaikan rumah.
Riko mencoba menjelaskan bahwa ia melakukannya agar bisa membahagiakan keluarga.
Namun sulit menerima penjelasan ketika kenyataannya justru sebaliknya: keluarga harus menanggung utang besar akibat tindakannya.
Puncaknya, Riko diusir dari rumah. Keputusannya yang ia anggap mulia berubah menjadi mimpi buruk bagi seluruh keluarga.
Baca Juga:Festival Jamblang 2025: Cara Hidupkan Kembali Tradisi Cirebon dan Magnet Wisata BaruBBM dan LPG Dipastikan Aman Saat Nataru: Begini Kesiapan Pertamina Patra Niaga Sambut Libur Panjang
Orang tua dan kakaknya akhirnya harus menanggung cicilan utang rumah yang digadaikan Riko, agar rumah mereka tidak disita.
Pelajaran Pahit dari Ambisi yang Terlalu Manis
Kisah Riko adalah gambaran telanjang dari fenomena yang makin sering terjadi: keinginan cepat kaya tanpa melihat risiko.
Banyak anak muda ingin hasil instan, tapi lupa bahwa keberuntungan bukan strategi keuangan.
Riko bukan penjahat. Ia hanya korban dari kehidupan yang menghimpit, ditambah imajinasi berlebihan tentang kekayaan instan.
Ia tidak berniat jahat pada keluarganya. Hanya saja, keputusan nekatnya terlalu besar untuk ditanggung oleh nalar.
