Kisah Nyata! Karena Slot, Sertifikat Rumah Raib, Rahasia Pemuda Ini Terbongkar Secara Tragis

Ilustrasi: Didin Supirman
Sertifikat rumah orang tua lenyap gegara kalah judi slot
0 Komentar

Namun satu hal yang pasti, ia butuh modal. Di sinilah babak baru dimulai, babak yang kelak menjadi kisah paling pahit dalam hidup Riko.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, ia diam-diam membawa sertifikat rumahnya, rumah yang ia tempati bersama seluruh keluarganya ke sebuah lembaga keuangan.

Entah bagaimana, lembaga itu mencairkan pinjaman Rp100 juta tanpa survei, tanpa bertanya, tanpa kroscek, seolah mengira sertifikat itu sertifikat plot di Desa Konoha bagian elit.

Baca Juga:Jawa Barat Genjot Revolusi Transportasi Rel: Dari Jaka Lalana hingga Kereta Kilat PajajaranLangkah Berani XTC Kabupaten Cirebon: Usulkan Pansus Pengawasan Hiburan Malam

Anehnya lagi, tidak ada petugas yang datang mengecek rumah. Tidak ada yang tahu bahwa sertifikat itu sudah “melayang”.

Orang tua, kakak, adik—semua tetap hidup tenang, tanpa sadar bahwa nilai rumah sudah berubah menjadi tumpukan angka pinjaman di rekening Riko. Uang itu pun cair tanpa drama.

Usaha ala Riko: Berbisnis Slot Berbasis Doa

Ketika modal sudah di tangan, Riko memulai apa yang ia sebut sebagai “konsep usaha”. Tapi konsep ini sangat spesial, sangat modern, dan sangat berisiko, slot online.

Menurut Riko, slot adalah usaha dengan “potensi keuntungan besar dalam waktu singkat”.

Bila saja ia membuka internet lima menit lebih lama, mungkin ia akan menemukan artikel yang mengatakan hal sebaliknya: *potensi bangkrut besar dalam waktu lebih singkat*.

Namun keyakinan memang bisa membutakan. Riko percaya bahwa dengan modal 100 juta, ia bisa mengubah nasib dalam hitungan hari. Ia bisa membuat orangtuanya bangga, bisa menebus sertifikat rumah, bahkan mungkin membeli rumah baru.

Hari pertama berjalan mulus. Ia menang sedikit, kalah sedikit. Masih optimis. Masih yakin keberuntungan ada di pihaknya.

Baca Juga:Festival Jamblang 2025: Cara Hidupkan Kembali Tradisi Cirebon dan Magnet Wisata BaruBBM dan LPG Dipastikan Aman Saat Nataru: Begini Kesiapan Pertamina Patra Niaga Sambut Libur Panjang

Hari kedua mulai terasa aneh. Grafik saldo lebih sering turun ketimbang naik. Tapi ia tetap main. Katanya, “namanya juga usaha, pasti ada rugi dulu”.

Hari ketiga makin kacau. Saldo makin menipis seperti kuah mie instan yang terlalu banyak diseruput. Tapi ia tetap lanjut, karena “sudah terlanjur”.

Hari keempat, keajaiban yang ia tunggu tidak datang-datang. Yang datang malah rasa sesak di dada saat melihat sisa saldo tinggal remah-remah digital.

0 Komentar