ARTIKELKITA.COM – Setiap orang punya mimpi. Ada yang ingin punya rumah, ada yang ingin keliling dunia, ada juga yang hanya ingin hidup tenang tanpa utang.
Namun bagi Riko (bukan nama sebenarnya), seorang pemuda yang baru saja kehilangan pekerjaannya di salah satu perusahaan di Konoha, mimpinya sederhana ingin punya penghasilan besar tanpa perlu ke mana-mana.
Cita-cita yang belakangan ini terdengar sangat modern, bahkan seperti jargon iklan “kerja dari rumah, penghasilan tak terbatas”.
Baca Juga:Jawa Barat Genjot Revolusi Transportasi Rel: Dari Jaka Lalana hingga Kereta Kilat PajajaranLangkah Berani XTC Kabupaten Cirebon: Usulkan Pansus Pengawasan Hiburan Malam
Sayangnya, realitas tidak selalu seindah poster motivasi yang menempel di tembok kamar kontrakan.
Apalagi ketika mimpi besar itu dibangun di atas fondasi yang paling rapuh yaitu keputusasaan.
PHK dan Titik Balik yang Tak Direncanakan
Riko awalnya adalah karyawan swasta biasa. Gajinya cukup, hidupnya sederhana, dan masa depannya lumayan cerah meski tidak bersinar terang seperti mentari.
Namun semuanya berubah ketika perusahaan tempatnya bekerja mengalami pailit—kata halus untuk “bangkrut”, “kolaps”, atau “hancur lebur karena salah urus”.
Ia pun terpaksa dikeluarkan. Selesai sudah rutinitasnya bangun pagi, naik motor, absen, kerja, makan siang, lalu pulang sore. Digantikan rutinitas baru yang tidak kalah melelahkan yakni menganggur.
Awalnya, keluarga masih memaklumi. PHK bukan hal baru di zaman ekonomi serba tidak pasti.
Namun setelah beberapa minggu, rasa bersalah mulai mengganggu Riko. Ia merasa menjadi beban, terlebih karena tinggal satu rumah dengan orangtua, kakak, dan adiknya.
Baca Juga:Festival Jamblang 2025: Cara Hidupkan Kembali Tradisi Cirebon dan Magnet Wisata BaruBBM dan LPG Dipastikan Aman Saat Nataru: Begini Kesiapan Pertamina Patra Niaga Sambut Libur Panjang
“Masak sudah umur segini masih ngerepotin orang tua,” begitu gumamnya hampir setiap malam.
Dari rasa malu itulah muncul tekad baru. Ia ingin memiliki penghasilan besar. Bahkan, dalam benaknya, ia ingin menghasilkan uang sambil tetap di rumah.
Tampaknya Riko terlalu sering melihat konten bertema “passive income”, “cuan dari kamar tidur”, dan “modal kecil untung besar”.
Jalan Pintas Paling Buntu: Sertifikat Rumah Masuk Gadai
Keinginan boleh tinggi, tetapi logika sering kali tertinggal. Riko mulai mencari cara agar bisa memulai “usaha”, meski usaha yang ia maksud lebih dekat ke permainan ketimbang usaha produktif.
